Resep Kue Kering Nastar Lembut

Berikut ini beberapa tips yang saya peroleh baik dari berbagai sumbe.

Tips untuk menghindari kue menjadi mengeras:

  1. Tidak mengocok mentega/butter terlalu lama, karena nastar bukan jenis kue yang harus mengembang berlebihan.
  2. Aduklah adonan dengan menggunakan spatula dan tidak langsung menggunakan tangan, panas tubuh kita akan membuat butter/mentega menjadi mencair.
  3. Terlalu sering menyentuh adonan saat proses mencetaknya akan membuat kue menjadi keras.
  4. Agar ukuran kue sama, adonan selai dibentuk bola-bola terlebih dahulu, sisihkan. Kemudian gilas adonan kue hingga ketebalannya sesuai dengan yang diinginkan dan cetak dengan gelas.
  5. Buat satu kue dulu sebagai contoh dan jadikan contoh tersebut untuk mengerjakan semua adonan.
  6. Gunakan gula halus dan bukan gula pasir. Anda bisa membeli gula halus kiloan di toko bahan kue atau haluskan gula dengan menggunakan blender hingga menjadi tepung. Awas jangan tertukar antara gula halus dengan gula icing.
  7. Keluarkan kue sedikit demi sedikit saat mencetak, simpan sisa adonan di dalam kulkas dengan menggunakan plastik wrap agar mentega tidak meleleh.

Untuk menghindari retak nastar:

  1. Jangan memanggang adonan dengan suhu terlalu tinggi. Set oven di suhu 150’C – 160’C.
  2. Kulit nastar tidak boleh terlalu tipis atau isian selai jangan terlalu besar.

Tips mengoles kuning telur:

  1. Untuk mengoles permukaan kue, saya menggunakan bubuk pengoles merk Ovex yang saya beli di toko bahan kue. Bubuk ini ketika diencerkan dengan air akan mengental sama seperti kuning telur. Anda bisa menggunakan kuning telur yang dicampur madu seperti resep di bawah, supaya warnannya kuning cantik maka beri beberapa tetes pewarna kuning tua.
  2. Pertama, panggang kue hingga setengah matang, dan permukaan agak kering kemudian keluarkan dan olesi permukaannya dengan pengoles dan panggang kembali hingga nastar matang.
  3. Tips lainnya:
    Gunakan butter/mentega yang berkualitas baik karena mentega ini sangat menentukan rasa si kue. Anda tidak akan menyesal dengan hasilnya walaupun harus mengeluarkan ongkos sedikit lebih banyak. Merk yang umum digunakan untuk kue ini adalah Wijsman, Hollman Butter atau Golden Churn.
  4. Pembaca JTT ada yang menyarankan untuk menambahkan kuning telur rebus ke dalam adonan agar nastar renyah dan garing, saya sudah mencobanya dan hasilnya cukup oke walau tidak signifikan. Anda bisa cek link resepnya di Nastar a la Taiwan disini.
  5. Beberapa pembaca mencoba merubah komposisi butter dan margarine di resep di bawah menjadi margarine 150 gram dan butter 100 gram, tujuannya untuk menghindari nastar menjadi mekar jumbo dan gepeng kala dipanggang.
    Untuk sekitar 100 buah nastar imut

Bahan:
– 150 gram mentega (saya menggunakan merk Wijsman)
– 100 gram margarine
– 90 gram gula halus (bisa menghaluskan gula pasir sendiri di blender)
– 3 butir kuning telur
– 50 gram susu bubuk
– 350 gram tepung terigu protein rendah (saya pakai Bogasari Kunci Biru)
– 1 sendok teh vanilli ekstrak, atau 1/4 sendok teh vanili bubuk/essens

update 12 Juli 2015
Saya melakukan perubahan di resep dengan menggunakan 200 gram mentega dan 50 gram margarine, serta perubahan tepung terigu menjadi 250 gram + tepung maizena 100 gram. Susu bubuk dari 50 gram menjadi 100 gram. Hasilnya adalah nastar yang super lumer dimulut, lebih sedap dan tidak gepeng/meleber kala di oven.

Jika anda hendak menggunakan kuning telur rebus di resep maka masukkan kuning telur rebus yang sudah dihancurkan bersamaan dengan mentega, kemudian mikser hingga tercampur baik. Takarannya adalah 2 kuning telur rebus dan tetap menggunakan 3 kuning telur di resep.

Olesan:
(Atau menggunakan pengoles instan, saya menggunakan merk Ovex)
– 2 butir kuning telur
– 1/2 sendok teh madu
– 1 sendok teh air
– 1 sendok teh minyak goreng

Selai nanas:
– 1 buah nanas palembang, kupas, parut atau blender
– 200 gram gula pasir
– 2 batang kayu manis
– 3 butir cengkeh

Cara Membuat Selai:
Masak nanas, kayu manis dan cengkeh hingga airnya menyusut dan adonan agak lengket, masukkan gula pasir. Aduk hingga air habis, adonan menjadi selai dan bisa dibentuk.

Dinginkan selai dan bentuk bulat-bulat sesuai keinginan. Jika selai terlalu lengket masukkan ke dalam lemari es hingga agak keras.

Cara Membuat Kulit Nastar
Dengan menggunakan mixer, kocok mentega, margarine, gula halus dan vanilli sebentar saja hanya agar lembek dan tercampur saja. Masukkan kuning telur satu persatu. Matikan mixer.

Masukkan campuran tepung terigu dan susu bubuk sedikit demi sedikit, aduk dengan sendok kayu/spatula hingga tercampur rata. Bungkus adonan dengan plastik wrap dan istirahatkan adonan di dalam kulkas selama + 1 jam. Skip proses ini jika adonan anda cukup luwes untuk dibentuk. Penambahan maizena juga akan membuat adonan lebih padat dan nastar tidak mudah meleber kala dipanggang.

Keluarkan adonan, bagi menjadi beberapa bagian. Gilas adonan dengan ketebalan yang diinginkan kemudian cetak menggunakan gelas. Sisa adonan sebaiknya dikembalikan ke dalam kulkas. Isi adonan dengan selai yang telah dingin, bulatkan.

Tata kue diatas loyang yang telah dialasi dengan kertas minyak. Beri jarak antar kue, jangan terlalu berdekatan. Panggang di oven yang telah dipanaskan + 20 menit sebelumnya selama + 20 menit atau 3/4 matang. Set oven di suhu 150′ C saja, suhu tidak boleh terlalu tinggi.

Keluarkan dari oven, olesi dengan bahan pengoles seluruh permukaannya hingga rata. Kemudian panggang kembali kue hingga matang kuning kecoklatan, + 15 menit.

Biarkan kue mendingin kemudian pindahkan ke rak kawat hingga dingin sempurna sebelum dimasukkan ke dalam stoples kedap udara.

note: ketika masih dalam kondisi panas maka permukaan nastar terlihat agak retak dan kurang mulus, namun saat telah dingin retakan tersebut akan menutup dan permukaannya menjadi lebih smooth.